Apa itu Khitanan

Khitanan atau dikenal juga dengan sunat merupakan tindakan medis yang mengandung manfaat yang sangat banyak. Hanya dengan memotong sedikit dari kulup yaitu kulit paling ujung alat kelamin laki-laki maka akan mengurangi resiko terjangkit macam-macam penyakit seperti fimosis, infeksi saluran kencing, sifilis, AIDS, kanker prostat, kandidiasis (infeksi jamur), dan lain-lain. Ini semua bukan hanya perkiraan tanpa bukti, tetapi sudah sangat banyak penelitian tentang sunat yang dilakukan oleh dokter ahli di seluruh dunia. Dari penelitian khitanan tersebut didapatkan hasil yang luar biasa dari sunat dan bukti yang sangat banyak.Untuk lebih bagusnya agar dapat menjaga dari berbagai macam penyakit terutama yang menyerang organ organ penting dalam tubuh manusia gunakan alat cek kesehatan Quantum Resonanance Magnetic Analyzer atau QRMA Murah.

Beberapa penelitian tentang sunat berikut ini membuktikan betapa besar manfaat sunat bagi laki-laki :

1. Penelitian khitanan yang dilakukan oleh AUA (American Urologiocal Association) yaitu Ikatan Urologi Amerika. Mereka adalah ahli yang khusus meneliti tentang saluran kencing pada pria dan wanita serta organ reproduksi pria. Ikatan ini sudah terbentuk sejak hampir satu abad yang lalu dan berpusat di Baltimore, Amerika Serikat.Karena sunat sangat erat kaitannya dengan ini, maka mereka melakukan penelitian tentang sunat dengan sungguh-sungguh. Tiap tahun AUA mengadakan pertemuan ilmiah, dan hasil penelitian terbaru tentang sunat ada 2 hal yang sangat luar biasa. Yang pertama, khitan atau sunat dapat mengurangi reiko terinfeksi HIV. Namun demikian, seseorang tidak boleh merasa aman terinfeksi HIV setelah dikhitan karena khitan hanya mengurangi resiko terjangkit saja. Yang kedua berhubungan dengan masalah seksual. Ternyata khitan sama sekali tidak mengurangi kenikmatan laki-laki ketika berhubungan badan dengan istrinya seperti yang diperkirakan oleh banyak orang. Bahkan dengan khitan dapat mengurangi luka atau cedera pada saat berhubungan badan.

2. Penelitian tentang sunat yang dilakukan oleh ilmuwan dari Australia. Mereka menemukan bahwa kulup bagian dalam merupakan kulit yang paling padat dengan sel-sel Langerhans dibanding dengan kulit yang lain. Dan sel-sel Langerhans inilah yang menjadi reseptor atau penerima virus HIV ketika berhubungan badan. Oleh karena itu diperlukan suatu cara supaya kulup ini dapat terbuka atau dibuang dan cara yang paling tepat adalah dengan khitan.

3. Penelitian gabungan yang dilakukan oleh ilmuwan dari Kanada, Kenya, dan AS. Hasilnya hampir sama dengan yang didapat oleh AUA. Yaitu khitan sama sekali tidak mempengaruhi kenikmatan dalam berhubungan seksual, bahkan mengurangi resiko terluka pada alat kelamin pria.

4. Penelitian khitanan yang dilakukan oleh Gregorio A. Millett, M.P.H. dan teman-temannya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, di Atlanta, AS. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa khitan dapat mengurangi resiko tertular macam-macam penyakit termasuk AIDS. Tetapi ini tidak berlaku bagi kaum homoseksual, meskipun mereka telah dikhitan tetapi melakukan hubungan sesama jenis tidak menampakkan perbedaan yang signifikan dengan yang tidak dikhitan. Resiko terinfeksi penyakit kelamin tetap terbuka lebar.

Itulah beberapa penelitian dari sekian banyak penelitian tentang sunat yang membuktikan bahwa sunat adalah tindakan medis yang sangat banyak manfaatnya dan telah diakui oleh banyak ilmuwan. Maka tidak heran jika di AS saja 1,2 juta bayi dikhitan tiap tahunnya belum lagi yang dewasa. Di negeri-negeri Muslim hampir seluruh populasi laki-laki dikhitan. Namun khitan juga ada resikonya jika penanganannya kurang tepat seperti pendarahan, infeksi, rasa sakit, dan bentuk yang kurang indah. Tetapi antara manfaat dan resiko sunat masih jauh lebih banyak manfaatnya. Jadi jangan ragu lagi untuk mengkhitankan anak atau anggota keluarga yang lain.