(Fungsi Saluran Pencernaan)
Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Tingkat Sekresi Pepsin59.847 - 65.23459.859
Gerakan Peristaltik Lambung58.425 - 61.21361.028
Fungsi Penyerapan Lambung34.367 - 35.64235.155
Gerakan Peristaltik Usus Halus133.437 - 140.476140.435
Fungsi Penyerapan Usus Halus3.572 - 6.4836.382
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Tingkat Sekresi Pepsin:59.847-65.234(-)58.236-59.847(+)
 55.347-58.236(++)<55.347(+++)
Gerakan Peristaltik Lambung:58.425-61.213(-)56.729-58.425(+)
 53.103-56.729(++)<53.103(+++)
Fungsi Penyerapan Lambung:34.367-35.642(-)31.467-34.367(+)
 28.203-31.467(++)<28.203(+++)
Gerakan Peristaltik Usus Halus:133.437-140.476(-)126.749-133.437(+)
 124.321-126.749(++)<124.321(+++)
Fungsi Penyerapan Usus Halus:3.572-6.483(-)3.109-3.572(+)
 2.203-3.109(++)<2.203(+++)
Parameter Deskripsi
Tingkat Sekresi Pepsin:
Pepsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh kelenjar di lambung dengan bantuan asam lambung. Fungsi pepsin adalah memecah protein kompleks menjadi protein sederhana sehingga dapat dibawa oleh pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Jumlah produksi pepsin sebanding dengan banyaknya asam lambung. Semakin banyak pepsin berarti jumlah asam lambung juga banyak (dapat menyebabkan keluhan nyeri ulu hati, gastritis), dan jika pepsin menurun, maka kadar asam lambung juga sedikit. Akibatnya lambung rentan terkena infeksi (virus, kuman, jamur) karena fungsi asam lambung adalah melapisi mukosa lambung agar terlindung dari infeksi.
Gerakan Peristaltik Lambung:
Gerakan peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot/menelan makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Gerakan peristaltik dilambung menyebabkan makanan masuk ke dalam usus. Adanya gangguan pada otot sfingter (katup) esophagus (kerongkongan) dapat menyebabkan gerakan peristaltik lambung berkurang sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lambat. Keadaan ini dapat menimbulkan refluks gastro-esofageal (RGE) dengan gejala rasa panas/pedih di dada bagian tengah waktu makan/minum, mual, muntah, dan sebagainya. Hal ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan berlemak, merokok, obat (misal: aminofilin, benzodiazepine).
Fungsi Penyerapan Lambung:
Kelenjar mukosa lambung mengeluarkan semacam enzim yang bersifat asam, berwarna dan transparan. Kelenjar lambung orang dewasa dapat mengeluarkan 1,5-2,5 liter enzim tersebut setiap hari. Enzim lambung mengandung tiga komponen utama, yaitu, pepsin, asam klorida dan lendir. Pepsin dapat menguraikan protein dalam makanan menjadi proteose dan protease menjadi molekul yang lebih kecil. Asam klorida disebut juga asam lambung. Asam lambung dapat mengubah protease menjadi pepsin aktif dan menciptakan lingkungan yang baik untuk pepsin, memiliki fungsi untuk membunuh bakteri masuk ke dalam perut bersama makanan. Angka yang diperoleh dari hasil pemeriksaan ini merupakan indikator adanya gangguan pada proses pengeluaran enzim lambung tersebut.
Gerakan Peristaltik Usus Halus:
Gerakan peristaltik (gerakan meremas-remas) yang terjadi di usus halus berfungsi untuk menyaring sari makanan. Bila gerakan ini terlalu cepat, sari makanan masuk ke pembuluh darah dengan hanya disertai sedikit air atau tanpa air sama sekali sehingga air terakumulasi dalam usus dan akhirnya dibuang melalui usus besar. Kondisi ini disebut sebagai diare. Sedangkan jika peristaltik usus terlalu lambat, sebagian besar air akan terserap ke pembuluh darah bersama sari makanan dan sisa makanan dalam usus halus akan mengeras dan terbuang melalui usus besar. Sisa makanan yang mengeras tersebut dapat menimbulkan keluhan sembelit (konstipasi).
Fungsi Penyerapan Usus Halus:
Proses penyerapan dalam usus halus terdiri dari Penyerapan gula, penyerapan protein, penyerapan lemak dan penyerapan air.
Molekul-molekul gula, protein, dan lemak akan diurai menjadi molekul yang lebih sederhana untuk kemudian diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui pembuluh darah.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.