(Tingkat Kepadatan Tulang)
Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Kadar Osteoklas86.73 - 180.9792.336
Jumlah Kehilangan Kalsium0.209 - 0.7510.465
Tingkat Penebalan Tulang0.046 - 0.1670.1
Tingkat Pengeroposan Tulang0.124 - 0.4530.352
Kadar Mineral Tulang0.796 - 0.4330.609
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Kadar Osteoklas:86.73-180.97(-)180.97-190.37(+)
 190.37-203.99(++)>203.99(+++)
Jumlah Kehilangan Kalsium:0.209-0.751(-)0.751-0.844(+)
 0.844-0.987(++)>0.987(+++)
Tingkat Penebalan Tulang:0.046-0.167(-)0.167-0.457(+)
 0.457-0.989(++)>0.989(+++)
Tingkat Pengeroposan Tulang:0.124-0.453(-)0.453-0.525(+)
 0.525-0.749(++)>0.749(+++)
Kadar Mineral Tulang:0.796-0.433(-)0.433-0.212(+)
 0.165-0.212(++)<0.165(+++)
Parameter Deskripsi
Kadar Osteoklas:
Osteoklas merupakan sel raksasa dengan diameter 40 mikrometer; merupakan sel-sel penghilang tulang yang melarutkan dan mengikis tulang selama tahap-tahap dan proses remodeling tulang.
Jumlah Kehilangan Kalsium:
Secara umum, tulang laki-laki setelah usia 32 dan wanita setelah usia 28 mulai kehilangan kandungan kalsium. Seiring bertambahnya usia, tingkat kehilangan juga akan dipercepat 50% kalsium tulang telah hilang pada usia 60 tahun. Oleh karena itu, nutrisi diet adalah sangat berhubungan dengan terjadinya osteoporosis. Anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun harus mengkonsumsi 1200 mg kalsium setiap hari, dan orang dewasa harus mengkonsumsi 800 mg kalsium setiap hari. Pada saat yang sama, juga perlu mengkonsumsi banyak vitamin untuk membantu tubuh agar lebih mudah dan lebih efektif menyerap kalsium.
Tingkat Penebalan Tulang:
Pada proses pertumbuhan dan perkembangan tulang, bagian tulang yang mengalami hiperplasi kehilangan bentuk normalnya. Sebagian disebabkan oleh tekanan berlebihan pada persendian dan sebagian lain disebabkan oleh tekanan tarikan jaringan lunak. Faktor utamanya adalah ketegangan otot dan ligamen, serta kontraktur. Hyperplasia tulang ada berbagai bentuk dan karakteristik. Hiperplasia tulang belakang dapat penekanan saraf, sehingga menimbulkan gangguan sensorik dan motorik.
Tingkat Pengeroposan Tulang:
Osteoporosis menunjukkan bahwa isi dari matriks tulang secara signifikan berkurang, sedangkan komponen mineral (terutama yang mengandung kalsium dan fosfor) dalam tulang pada dasarnya normal. Dengan kata lain, dalam osteoporosis, kandungan protein dan zat-zat organik lainnya dan air dalam tulang berkurang dan isi kalsium, fosfor dan mineral lainnya berada pada tingkat normal. Matriks tulang memainkan peran dukungan dan koneksi antara kalsium, fosfor dan mineral lainnya. Jadi, jika matriks tulang berkurang, kesenjangan antar mineral meningkat, yang dinyatakan sebagai osteoporosis. Dalam perkembangan osteoporosis, kalsium, fosfor dan mineral lainnya dalam tulang lambat laun ikut berkurang, akibatnya matriks tulang dan mineral tulang juga berkurang.
Kadar Mineral Tulang:
Merupakan indikator kekuatan tulang, dan menjadi standar diagnosis osteoporosis, juga dapat memprediksi risiko terjadinya fraktur.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.