(Racun dalam tubuh) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Minuman Yang Merangsang0.209 - 0.7510.492
Radiasi Elektromagnetik0.046 - 0.1670.066
Tembakau / Nikotin0.124 - 0.4530.287
Residu Pestisida0.013 - 0.3130.234
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Minuman Yang Merangsang:0.209-0.751(-)0.751-0.844(+)
 0.844-0.987(++)>0.987(+++)
Radiasi Elektromagnetik:0.046-0.167(-)0.167-0.457(+)
 0.457-0.989(++)>0.989(+++)
Tembakau / Nikotin:0.124-0.453(-)0.453-0.525(+)
 0.525-0.749(++)>0.749(+++)
Residu Pestisida:0.013-0.313(-)0.313-0.406(+)
 0.406-0.626(++)>0.626(+++)
Parameter Deskripsi
Minuman Yang Merangsang:
Stimulating beverage merupakan minuman yang dapat mempengaruhi aktifitas sistem saraf dalam sistem bioiogis. Minuman-minuman tersebut ada yang mengandung elektrofit dan ada pula yang tidak. Efek dari minuman tersebut bisa menguntungkan dan bisa pula tidak. Bahan-bahan utama minuman yang merangsang adalah gula atau sakarin, air berkarbonasi dan karbondioksida. Minuman ini memiliki sedikit gizi selain jumlah kalori tertentu. Kafein yang terdapat pada kopi dapat mempengaruhi sfstem saraf pusat karena cara kerjanya seperti itu maka kafein dapat ber efek baik dan buruk. Efek yang baik diantaranya menyembuhkan sakit kepala, mengatasi kelelahan, memperkecil resiko timbulnya parkinson. Sedangkan efek buruknya adalah menyebabkan insomnia, kecemasan, mempercepat denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, efek adiksi (ketergantungan), infertilitas pada wanita, dan sebagainya.
Radiasi Elektromagnetik:
Perubahan interaktif dari medan listrik dan medan magnet menghasilkan gelombang elektromagnetik, dan fenomena paparan gelombang elektromagnetik di udara disebut sebagai radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik yang melebihi batas keselamatan menyebabkan polusi elektromagnetik. Saat ini, polusi elektromagnetik telah menjadi polusi terbesar diatas limbah, gas buangan dan kebisingan. Radiasi elektromagnetik pada tubuh manusia secara luas dapat berdampak pada kesehatan manusia karena dapat mempengaruhi fungsi saraf, organ reproduksi, jantung, kekebalan tubuh, mata, dan .sebagainya. Gejala utama meliputi sakit kepala, pusing, kehilangan memori, ketidakmampuan konsentrasi, mudah marah depresi, gangguan menstruasi pada wanita, kanker payudara, penuaan kulit, kesulitan bernafas, nyeri punggung dan sebagainya. Tingkat terjadinya leukimia sering berhubungan, dengan radiasi elektromagnetik yang 2,93 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat, dan tingkat terjadinya tumor otak adalah 3,26 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.
Tembakau / Nikotin:
Komponen berbahaya utama dari rokok adalah tar dan nikotin. Selama nikotin dihirup ke mulut, tentu akan membahayakan tubuh manusia diantaranya adalah efek pada pembuluh darah dan jantung, efek pada saluran cerna (meningkatkan sekresi asam lambung), efek pada saluran pernapasan (penyakit paru obstruktif) serta sebagai salah satu bahan karsinogen.
Pesticide Residue:
Berdasarkan target sasarannya pestisida dibagi menjadi beberapa bagian yaitu racun serangga (insektisida), racun tikus (rodentisida), racun rumput/gulma (herbisida), racun fungi/ jamur (fungisida).
Pestisida tidak saja beracun terhadap organisme sasaran tetapi juga terhadap organisme lainnya seperti manusia dan hewan peliharaan. Pestisida masuk atau meracuni tubuh melalui beberapa cara yaitu tertelan (mulut), terhirup (hidung/saluran pernafasan), kontak kulit atau mata. Gejala keracunan yang nampak akibat terkena pestisida/racun dengan frekuensi satu kali merupakan keracunan akut sedangkan bila gejala nampak setelah berulangkali atau dalam jangka panjang terkena racun merupakan keracunan kronik.
Tanda-tanda keracunan karena kontak dengan kulit menyebabkan iritasi lokal dan kulit menjadi kering, bila tertelan menyebabkan mual, muntah serta diare sedangkan bila terhirup melalui saluran pernafasan menyebabkan iritasi saluran nafas atas seperti rhinitis, radang tenggorokan. Pada pasien yang sensitif terpapar racun ini secara berulang dapat menyebabkan serangan asma. Keracunan juga menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat dan dapat mengakibatkan koma, serta sesak nafas.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.