(Kandungan Mineral) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Kalsium1.219 - 3.0212.118
Zat besi1.151 - 1.8471.122
Zinc1.143 - 1.9890.877
Selenium0.847 - 2.0450.992
Fosfor1.195 - 2.1341.122
Kalium0.689 - 0.9870.689
Magnesium0.568 - 0.9920.605
Tembaga0.474 - 0.7490.373
Kobalt2.326 - 5.5315.221
Mangan0.497 - 0.8790.873
Yodium1.421 - 5.4903.261
Nikel2.462 - 5.7534.157
Fluor1.954 - 4.5431.456
Molibden0.938 - 1.7121.111
Vanadium1.019 - 3.7212.246
Timah1.023 - 7.6272.262
Silikon1.425 - 5.8722.457
Strontium1.142 - 5.8624.241
Boron1.124 - 3.4531.547
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Kalsium:1.219-3.021(-)0.774-1.219(+)
 0.318-0.774(++)<0.318(+++)
Zat besi:1.151-1.847(-)0.716-1.151(+)
 0.262-0.716(++)<0.262(+++)
Zinc:1.143-1.989(-)0.945-1.143(+)
 0.532-0.945(++)<0.532(+++)
Selenium:0.847-2.045(-)0.663-0.847(+)
 0.545-0.663(++)<0.545(+++)
Fosfor:1.195-2.134(-)0.712-1.195(+)
 0.486-0.712(++)<0.486(+++)
Kalium:0.689-0.987(-)0.478-0.689(+)
 0.256-0.478(++)<0.256(+++)
Magnesium:0.568-0.992(-)0.214-0.568(+)
 0.079-0.214(++)<0.079(+++)
Tembaga:0.474-0.749(-)0.241-0.474(+)
 0.082-0.241(++)<0.082(+++)
Kobalt:2.326-5.531(-)1.319-2.326(+)
 0.632-1.319(++)<0.632(+++)
Mangan:0.497-0.879(-)0.229-0.497(+)
 0.047-0.229(++)<0.047(+++)
Yodium:1.421-5.490(-)1.193-1.421(+)
 0.741-1.193(++)<0.741(+++)
Nikel:2.462-5.753(-)1.547-2.462(+)
 0.539-1.547(++)<0.539(+++)
Fluor:1.954-4.543(-)1.219-1.954(+)
 0.512-1.219(++)<0.512(+++)
Molibden:0.938-1.712(-)0.501-0.938(+)
 0.163-0.501(++)<0.163(+++)
Vanadium:1.019-3.721(-)0.498-1.019(+)
 0.123-0.498(++)<0.123(+++)
Timah:1.023-7.627(-)0.578-1.023(+)
 0.184-0.578(++)<0.184(+++)
Silikon:1.425-5.872(-)1.022-1.425(+)
 0.613-1.022(++)<0.613(+++)
Strontium:1.142-5.862(-)0.661-1.142(+)
 0.147-0.661(++)<0.147(+++)
Boron:1.124-3.453(-)0.701-1.124(+)
 0.243-0.701(++)<0.243(+++)
Parameter Deskripsi
Kalsium(Ca):
Sekitar 99% kalsium terdapat pada jaringan tulang dan gigi, sisanya berada di darah dan sel-sel tubuh. Manfaatnya antara lain : Pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis, menyimpan glikogen, melancarkan fungsi otot, otak dan sistem saraf. Jika kadarnya berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh karena membuat magnesium terdesak dari albumin sahingga tidak dapat tersalurkan lewat darah, akibatnya tubuh (ginjal) tidak bisa memproses kalsium dan akan terjadi endapan batu ginjal, sumbernya antara lain : sayuran hijau (selada, kangkung, lobak hijau), susu, yoghurt, keju, kedelai, ikan.
Zat besi(Fe):
Zat besi adalah elemen yang penting dalam tubuh. Dalam tubuh manusia zat besi memiliki Fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron didalam proses pembentukan energi di dalam sel.
Untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan mioglobin didalam serabut otot. Bila bergabung dengan protein didalam sel, zat besi membentuk enzim yang berperan didalam pembentukan energi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan membuat jaringan hipoksia menyebabkan penyakit. Sumber zat besi diantaranya kulit kentang, kacang-kacangan, roti, gandum.
Zinc(Zn):
Zinc adalah mineral penting untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh normal seperti penyembuhan luka, mineralisasi tulang, pertumbuhan jaringan, dan fungsi tiroid. Kekurangan zinc dapat menyebabkan anemia, cacat lahir, kemandulan, intoleransi glukosa, dan proses penyembuhan luka yang lambat. Zinc dapat diperoleh dari daging, produk susu (susu, keju, yoghurt), biji-bijian dan kacang-kacangan, seafood (ikan, kerang, lobster, tiram, kepiting).
Selenium(Se):
Selenium adalah salah satu senjata yang paling ampuh bagi radikal bebas yang kita sebut antioksidan. Kadar selenium yang rendah berbanding terbalik dengan jumlah sel kanker dan virus. Selenium sangat penting untuk produksi Enzim kuat yang disebut glutathione peroksidase, yang penting dalam detoksifikasi. Kekurangan selenium menyebabkan daya dukung yang lemah terhadap virus dan bakteri, dan mengurangi aktivitas sel dan produksi antibodi. Sumber selenium diantaranya jamur, tiram, semangka, bawang putih, bayam, ubi jalar, brokoli.
Fosfor(P):
Fosfor yang terdapat dalam tubuh sebanyak 80% berada dalam tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolism lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesa DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kandungan fosfor dalam makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam, daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Kandungan fosfor dalam makanan olahan juga banyak seperti daging proses, roti, havermut atau bahan makanan yang mengandung bahan makanan utama pengandung fosfor seperti disebutkan diatas.
Kalium(K):
Fungsi kalium adalah mempertahankan fungsi normal kontraksi otot termasuk otot jantung , mempertahankan keseimbangan tingkat asam basa cairan tubuh, tranmisi rangsangan syaraf, sintesis protein dan glikogen. Kekurangan kalium dapat timbul pada konsumsi makanan yang kurang beragam atau pengeluaran cairan yang berlebihan seperti pada muntah dan diare. Kelebihan kalium dapat terjadi pada dehidrasi dan penyakit gagal ginjal. Sumber kalium diantaranya pisang, kentang, kacang, kurma, yoghurt, alpukat, ikan, aprikot kering, melon, pepaya.
Magnesium(Mg):
Merupakan salah satu mikro mineral terpenting yang dibutuhkan manusia yang fungsinya untuk membantu relaksasi otot, membantu transmisi sinyal syaraf, memproduksi dan mendistribusi energi, berperan penting dalam sintesa protein, sebagai kofaktor katalisator lebih dari 300 reaksi biokimia termasuk mengatur suhu tubuh manusia. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan hypomagnesema dengan gejala denyut jantung tidak teratur, insomnia, lemah otot, kejang kaki, serta telapak kaki dan tangan gemetar. Sumber magnesium adalah sayuran hijau, kedelai, kerang, biji-bijian, daging, dan susu.
Tembaga(Cu):
Tembaga adalah mineral penting yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan kesehatan, termasuk membantu penyerapan zat besi, pertumbuhan tulang, metabolisme gula, sebagai katalisator pembentukan hemoglobin, membantu fungsi sistem saraf, proses pelepasan energi, vitamin C dan pembentukan jaringan kolagen, mengendalikan kadar histamin, metabolisme radikal bebas dan memberikan efek anti radang, pembentukan selaput saraf otak, kekurangan tembaga dalam darah dapat menyebabkan gejala stres atau panik berlebihan, depresi, kelelahan mental, daya ingat menurun atau kepikunan, sulit konsentrasi, schizophrenia, nyeri otot, epilepsi, autis, hipertensi, hiperaktivitas pada anak, sindrom pre-menstruasi, pre-eklampsia pada kehamilan. Sedangkan jika berlebihan dapat menyebabkan muntah kehitaman, muntah darah, koma, darah pada urin, diare pusing dan hilang kesadaran.
Zat tembaga terdapat dalam hati, udang, tiram, kacang-kacangan, biji-bijian yang tidak diproses, sayuran hijau tua, buah kering, kokoa, lada hitam, ragi.
Kobalt(Co):
Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta membuat vitamin B12 (cobalamin). Sumber kobalt yang baik antara lain ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau (seperti Brokoli dan bayam), sereal misalnya gandum.
Mangan(Mn):
Penting untuk menjaga kesehatan otak, tulang, berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, dan membantu menghasilkan enzim untuk metabolisme tubuh yang mengubah karbohidrat dan protein menjadi energi yang akan digunakan.
Efek jika kekurangan : beresiko terkena diabetes, osteoporosis, rematik dan kolesterol tinggi. Efek jika kelebihan; menyebabkan kadar besi dalam tubuh menurun sehingga meningkatkan resiko terkena anemia, gangguan kulit, jantung, hati, pembuluh darah dan kerusakan otak, selain itu, mangan yang berlebihan dapat mencegah penyerapan zat tembaga untuk tubuh. Sumber makanan yang banyak mengandung mangan adalah telur, kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hijau, daging merah, strawberry, nanas, anggur.
Yodium(I):
Iodin adalah zat makanan yang sangat penting kepada kehidupan manusia. Ia diperlukan untuk merangsang proses pertumbuhan, perkembangan saraf dan pembentukan sel-sel otak terutama pada anak-anak. Juga diperlukan oleh kelenjar tiroid agar dapat berfungsi dengan baik, makanan sumber yodium : salmon, tuna, kerang, garam beryodium, rumput laut, produk susu.
Nikel(Ni):
Kekurangan nikel dapat menyebabkan diabetes melitus, anemia, sirosis, uremia, gagal ginjal, infertilitas, dan gangguan metabolisme. Nikel banyak terdapat pada sayuran hijau, serelia, rumput laut.
Fluor(F):
Fluor (suatu bentuk fluorin) adalah zat makanan penting yang memperkuat struktur tulang dan gigi. Ikan laut dan kaya akan fluor, tetapi sumber utama adalah air minum, yang kandungannya bervariasi di berbagai dunia. Kekurangan fluor dapat menyebabkan gigi berlubang, yang dapat dicegah dengan mengkonsumsi fluor yang cukup dalam makanan dan air minum. Fluor terkumpul dalam gigi, terutama gigi tetap dan dalam tulang.
Molibden(Mo):
Berfungsi membantu metabolisme zat besi dan pembakaran lemak, kekurangan molybdenum dapat menyebabkan anemia. Sumber molybdenum diantaranya sayuran hijau, hati, kacang-Kacangan, sereal dan susu.
Vanadium(V):
Berperan dalam proses pertumbuhan badan, tulang dan gigi serta proses pembentukan sel darah. Kekurangan vanadium dapat menyebabkan diabetes, hiperkolesterol, serta hipertensi. Sumber vanadium diantaranya daging sapi, daging ayam, ikan, mentimun, kerang dan jamur.
Timah(Sn):
Fungsinya membantu proses metabolisme protein dan asam nukleat. Jika kekurangan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, terutama pada anak. Sumbernya bisa diperoleh dari sayuran hijau.
Silikon(Si):
Berperan dalam proses klasifikasi tulang, dan metabolisme glucose-minoglikan pada tulang rawan dan jaringan ikat.
Kekurangan silicon dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, kulit kering, mudah terjadi patah tulang, sumber silicon terdapat pada sebagian besar sayuran.
Strontium(Sr):
Berperan dalam proses pertumbuhan badan dan tulang. Sumbernya dapat diperoleh dari daging, sayuran dan produk susu.
Boron(B):
Berperan dalam menjaga kesehatan tulang, serta membantu metabolisme kalsium, fosfor dan magnesium. Juga berperan dalam membantu sekresi testosteron, memperkuat otot dan fungsi otak. Banyak terdapat dalam buah dan sayuran.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.