(Kulit) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Tingkat Radikal Bebas Pada Kulit0.124 - 3.4530.718
Tingkat Kolagen Kulit4.471 - 6.0792.081
Kandungan Kelenjar Lemak Kulit14.477 - 21.34822.205
Tingkat Kekebalan Dikulit1.035 - 3.2303.224
Tingkat Kelembaban Kulit0.218 - 0.9530.918
Tingkat Kehilangan Kelembaban Kulit2.214 - 4.1585.654
Tingkat Jejak Darah Pada Kulit0.824 - 1.9421.91
Tingkat Elastisitas Kulit2.717 - 3.5123.273
Tingkat Melanin Kulit0.346 - 0.5010.477
Tingkat Sensivitas Kulit0.842 - 1.8581.597
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Tingkat Radikal Bebas Pada Kulit:0.124-3.453(-)3.453-6.723(+)
 6.723-9.954(++)>9.954(+++)
Tingkat Kolagen Kulit:4.471-6.079(-)2.879-4.471(+)
 1.453-2.879(++)<1.453(+++)
Kandungan Kelenjar Lemak Kulit:14.477-21.348(-)21.348-28.432(+)
 28.432-35.879(++)>35.879(+++)
Tingkat Kekebalan Dikulit:1.035-3.230(-)3.230-5.545(+)
 5.545-7.831(++)>7.831(+++)
Tingkat Kelembaban Kulit:0.218-0.953(-)0.953-1.623(+)
 1.623-2.369(++)>2.369(+++)
Tingkat Kehilangan Kelembaban Kulit:2.214-4.158(-)4.158-6.076(+)
 6.076-7.983(++)>7.983(+++)
Tingkat Jejak Darah Pada Kulit:0.824-1.942(-)1.942-3.141(+)
 3.141-4.231(++)>4.231(+++)
Tingkat Elastisitas Kulit:2.717-3.512(-)1.521-2.717(+)
 0.645-1.521(++)<0.645(+++)
Tingkat Melanin Kulit:0.346-0.501(-)0.501-0.711(+)
 0.711-0.845(++)>0.845(+++)
Tingkat Sensivitas Kulit:0.842-1.858(-)1.858-2.534(+)
 2.534-3.316(++)>3.316(+++)
Parameter Deskripsi
Tingkat Radikal Bebas Pada Kulit:
Radikal bebas adalah produk dari reaksi oksidasi tubuh manusia. Berperan penting dalam proses penuaan manusia. Keberadaannya akan merusak protein tubuh, DNA, menyebabkan kematian sel serta kanker. Kulit akan longgar, menyusut, keriput, dan kering.
Tingkat Kolagen Kulit:
Kolagen adalah bahan polimer biologis tinggi. Merupakan salah satu komponen utama dari struktur tubuh manusia dan menyumbang sekitar 25-33% dari protein tubuh setara Total 6% dari berat tubuh, menyebar ke berbagai jaringan dan organ diseluruh tubuh, seperti kulit, tulang, tulang rawan, ligamen, kornea, fasia, dan sebagainya. Selain itu juga merupakan komponen utama untuk mempertahankan morfologi, struktur kulit dan organ jaringan, dan bahan baku penting untuk memperbaiki jaringan yang terluka. Setelah kolagen dikulit teroksidasi, akan mengakibatkan menurunnya heterogenitas dan menyebabkan keriput.
Kandungan Kelenjar Lemak Kulit:
Pada kulit yang berminyak, kelenjar sebasea mengekskresikan minyak pada kulit dan membuat kulit mengkilap untuk waktu yang lama. Selain itu, kulit menjadi tebal dengan pori-pori besar, dan dapat menimbulkan tumbuhnya jerawat.
Tingkat Kekebalan Dikulit:
Untuk meningkatkan kekebalan dikulit perlu diperhatikan sebagai berikut:
(1) Konsumsi makanan : memperbanyak makan sayuran hijau, buah, jamur, atau makanan lain terutama yang mengandung zinc
(2) Istirahat cukup, olahraga teratur.
Tingkat Kelembaban Kulit:
Kulit kering mungkin keluhan terbesar wanita. Sebuah survey terbaru menunjukkan bahwa 60% wanita paling khawatir dengan masalah kulit kering, bahkan lebih dari masalah keriput. 70% dari mereka mengaku bahwa kulit tubuh sangat kering di musim dingin, dan 40% dari mereka memiliki kulit kering. Penyebab kulit kering terdiri dari: Usia, berkurangnya sekresi kelenjar sebum, suhu udara rendah, kurang tidur, penurunan berat badan, perubahan endokrin (kadar estrogen berkurang saat menopause.
Tingkat Kehilangan Kelembaban Kulit:
Normalnya, bagian korneum kulit hanya membutuhkan 10% - 30% dari kelembaban untuk menjaga elastisitas dan kelembutan kulit. Tetapi pada suatu ketika, tingkat kelembaban dikulit bisa berkurang jauh hingga dibawah 10%. Ketika memasuki musim dingin, udara menjadi dingin dan kering secara tiba-tiba, perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar, sekresi kelenjar sebasea dan kelenjar keringat berkurang, dan kadar air sel-sel kulit juga menurun tajam.
Tingkat Jejak Darah Pada Kulit:
Jejak darah disebabkan oleh telang lektasia dalam tubuh manusia, sering dijumpai di kulit perut, wajah dan pantat sebagai makula atau garis merah linier.
Tingkat Elastisitas Kulit:
Radiasi ultraviolet yang kuat dengan mudah menyebabkan keratosis kulit dan memungkinkan kulit kehilangan elastisitas, sehingga menyebabkan penuaan dini. Elastisitas kulit dapat ditingkatkan dengan mengatur pola makan serta minum air dengan jumlah yang sesuai (1500 ml/hari). Kadar cairan dalam jaringan tubuh manusia mencapai 72%, dan kandungan air dalam tubuh orang dewasa adalah sekitar 58% sampai 67%, cairan dalam tubuh manusia akan berkurang terus menerus terutama di musim panas di bawah suhu tinggi, sehingga menyebabkan kulit kering, sekresi kelenjar sebasea kurang, dan memungkinkan kulit kehilangan elastisitasnya.
Tingkat Melanin Kulit:
Melanin dapat secara luas ditemukan di kulit manusia, selaput lendir, retina, selaput pembungkus otak, kantung empedu, ovarium, dan sebagainya. Melanin terdiri dari melanosit. Melanosit tersebar dalam lapisan basal epidermis dan juga dapat ditemukan pada selubung akar rambut dan rambut luar. Epidermis manusia terdiri sekitar 2 miliar melanosit dengan berat sekitar 1 gram dan tersebar merata ke seluruh tubuh. Sebagai sel kelenjar, melanosit akan mensintesis dan mengeluarkan melanin. Gangguan dalam setiap jalur pembentukan melanin menyebabkan gangguan pigmen kulit seperti vitiligo.
Tingkat Sensivitas Kulit:
Kulit dibagi menjadi epidermis, dermis dan jangan subkutan; epidermis kulit lebih lanjut dibagi menjadi dua lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan malpighi, (terdiri dari lapisan spinosum dan lapisan germinativum). Sel-sel kulit mulai tumbuh dari lapisan germinativum dan melewati proses penuaan dan kematian di lapisan paling luar. Lapisan korneum adalah tempat produk akhir dari regenerasi sel kulit. Pada saat itu lapisan korneum menebal, dan kecerahan kulit memudar, menjadi abu-abu; terkupas, keriput, menghasilkan jerawat, dan sebagainya.
Siklus pembentukan kulit adalah sekitar satu bulan, sehingga para ahli kecantikan kemudian berupaya untuk menurunkan sensitifitas kulit setiap 28 hari agar tidak terjadi gangguan pada struktur kulit yang bisa mengganggu secara kosmetik.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.