(Sistem Endokrin) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Kadar Kelenjar Tiroid2.954 - 5.5434.951
Tingkat Sekresi Hormon Paratiroid2.845 - 4.0174
Tingkat Sekresi Kelenjar Adrenal2.412 - 2.9742.171
Tingkat Sekresi Kelenjar Pituitari2.163 - 7.343.458
Tingkat Sekresi Kelenjar Pineal3.210 - 6.8544.91
Tingkat Sekresi Kelenjar Timus2.967 - 3.5283.109
Tingkat Sekresi Kelenjar Gonad2.204 - 2.8192.085
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Kadar Kelenjar Tiroid:2.954-5.543(-)1.864-2.954(+)
 0.514-1.864(++)<0.514(+++)
Tingkat Sekresi Hormon Paratiroid:2.845-4.017(-)1.932-2.845(+)
 1.134-1.932(++)<1.134(+++)
Tingkat Sekresi Kelenjar Adrenal:2.412-2.974(-)1.976-2.412(+)
 1.433-1.976(++)<1.433(+++)
Tingkat Sekresi Kelenjar Pituitari:2.163-7.34(-)1.309-2.163(+)
 0.641-1.309(++)<0.641(+++)
Tingkat Sekresi Kelenjar Pineal:3.210-6.854(-)2.187-3.210(+)
 0.966-2.187(++)<0.966(+++)
Tingkat Sekresi Kelenjar Timus:2.967-3.528(-)2.318-2.967(+)
 1.647-2.318(++)<1.647(+++)
Tingkat Sekresi Kelenjar Gonad:2.204-2.819(-)1.717-2.204(+)
 1.028-1.717(++)<1.028(+++)
Parameter Deskripsi
Kadar Kelenjar Tiroid:
Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya. Tiroid mengeluarkan tiga hormon penting, yaitu: trilodotironin, tiroksin, dan kalsitonin. Triodotironin dan tiroksin mengatur laju metabolisme dengan cara mengalir bersama darah dan memicu sel untuk mengubah lebih banyak glukosa. Jika tiroid mengeluarkan terlalu sedikit triodotironin dan tiroksin, maka tubuh akan merasa kedinginan, letih, kulit mengering dan berat badan bertambah. Sebaliknya jika terlalu banyak, tubuh akan berkeringat, merasa gelisah, tidak bisa diam dan berat badan akan berkurang.
Tingkat Sekresi Hormon Paratiroid:
Kelenjar paratiroid adalah sebuah kelenjar endokrin di leher yang memproduksi hormon paratiroid. Manusia biasanya mempunyai empat kelenjar paratiroid, yang biasanya terdapat di bagian belakang daripada kelenjar tiroid. Hormon paratiroid mengontrol jumlah kalsium di darah dan di dalam tulang. Hormon paratiroid bisa menurun sangat rendah pada pasien post-operasi pengangkatan kelenjar tiroid karena ikut terangkatnya kelenjar paratiroid yang akibatnya adalah penurunan kadar kalsium dalam darah hipokaisemia. Peningkatan hormon paratiroid mengakibatkan peningkatan resorpsi kalsium dari tulang, peningkatan reabsorbsi kalsium diginjal, peningkatan absorbsi kalsium disaluran cerna oleh vitamin D. Disamping itu juga mengakibatkan penurunan kadar fosfat dalam darah, karena hormon ini meningkatkan sekresi fosfat dalam darah.
Tingkat Sekresi Kelenjar Adrenal:
Kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin.
Tingkat Sekresi Kelenjar Pituitari:
Kelenjar pituitari, disebut juga hipofisis, adalah kelenjar master, kelenjar yang dirangsang oleh hipotalamus dan mengontrol semua fungsi hormonal, terletak di dasar otak tepat di bawah hipotalamus, kelenjar ini mengatur banyak produksi hormon besar diseluruh tubuh termasuk gonad, kelenjar adrenal, dan kelenjar tiroid. Kelenjar ini terdiri dari dua bagian yang menghasilkan hormon-hormon yang berbeda :
a. Di bagian anterior diproduksi hormon pertumbuhan (GH), hormon adrenokortikotropik (ACTH), hormon pemacu tiroid (TSH), luteinizing hormone (LH), hormone pemacu folikel (FSH), dan prolaktin (PRL)
b. Di bagian posterior, diproduksi hormon oksitosin dan hormon antidiuretik (ADH).
Tingkat Sekresi Kelenjar Pineal:
Kelenjar pineal (juga disebut badan pineal, epiphysis cerebri, epiphysis, conarium atau 'mata ketiga') adalah sebuah kelenjar endokrin pada otak vertebrata.Ia memproduksi serotonin turunan dari melatonin, sebuah hormon yang mempengaruhi modulasi pola bangun/tidur dan fungsi musiman. Bentuknya mirip dengan sebuah buah pohon cemara mungil dan terletak dekat dengan pusat otak, di antara dua belahan, terselip di sebuah alur di mana dua badan thalamus bulat bergabung.
Tingkat Sekresi Kelenjar Timus:
Timus adalah sebuah kelenjar yang terletak di depan, yang mencapai berat maksimalnya saat manusia memasuki masa pubertas. Hingga saat ini, fungsi kelenjar ini diketahui hanya sebagai tempat produksi sel yang dibutuhkan di dalam sistem kekebalan tiruan. Sejak diketemukan oleh galenus pada sekitar tahun 130-200, belum banyak yang dapat diteliti dari kelenjar ini, setelah hampir 2000 tahun perjalanan sejarah kedokteran diperkirakan timus merupakan proyeksi interaksi antara hormone Neuropeptide dan sistem kekebalan, yang dipelajari pada studi Neuroimunoendokronologi, yang mempengaruhi aktivitas organ limfoid dan sel sepanjang lintasan endokrin, autokrin dan parakrin.
Tingkat Sekresi Kelenjar Gonad:
Kelenjar gonad pada manusia terdiri dari :
Testis
Dua buah testis ada dalam skrotum.Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endoktrin dan reproduksi. Menghasilkan hor?mon testosteron dan estradiol (estrogen) dibawah pengaruh LH. Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital kearah pria. Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tanda-tanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan perkem?bangan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif sebagai hormon anabolik akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang.
Ovarium
Seperti halnya testis, ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.