(Logam Berat) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Timbal0.052 - 0.6430.691
Merkuri0.013 - 0.3360.126
Kadmium0.527 - 1.5231.709
Kromium0.176 - 1.1830.262
Arsenik0.153 - 0.6210.74
Antimoni0.162 - 0.4120.331
Thallium0.182 - 0.5420.541
Aluminium0.192 - 0.4120.353
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Timbal:0.052-0.643(-)0.643-1.005(+)
 1.005-1.582(++)>1.582(+++)
Merkuri:0.013-0.336(-)0.336-0.721(+)
 0.721-1.043(++)>1.043(+++)
Kadmium:0.527-1.523(-)1.523-1.932(+)
 1.932-2.146(++)>2.146(+++)
Kromium:0.176-1.183(-)1.183-1.843(+)
 1.843-2.663(++)>2.663(+++)
Arsenik:0.153-0.621(-)0.621-1.243(+)
 1.243-1.945(++)>1.945(+++)
Antimoni:0.162-0.412(-)0.412-0.885(+)
 0.885-1.374(++)>1.374(+++)
Thallium:0.182-0.542(-)0.542-1.133(+)
 1.133-1.721(++)>1.721(+++)
Aluminium:0.192-0.412(-)0.412-0.726(+)
 0.726-1.476(++)>1.476(+++)
Parameter Deskripsi
Timbal:
Timbal merupakan salah satu unsur logam berat yang lebih tersebar luas dibanding kebanyakan logam toksik lainnya. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, pemaparan maupun saluran pencemaan. Lebih kurang 90% partikel timbal dalam asap atau debu halus di udara dihisap melalui saluran pernafasan, penyerapan di usus mencapai 5-15% pada orang dewasa. Pada anak-anak lebih tinggi yaitu 40% dan akan menjadi lebih tinggi lagi apabila si anak kekurangan kalsium, zat besi dan zinc dalam tubuhnya.
Efektoksisitas timbal diantaranya :
a. Menghambat sintesa hemoglobin, menimbulkan kerusakan otak dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saraf otak,
b. efek terhadap system reproduksi (gangguan produksi sperma, peningkatan resiko keguguran, kehamilan preterm, penurunan umur gestasi, berat lahir rendah dan gangguan perkembangan neurologi).
Merkuri:
Merkuri (Hg) Adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik.Selain itu, berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini. Toksisitas merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya merkuri inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri organik seperti metil merkuri bersifat toksik pada sistem syaraf pusat.
Efek toksisitas merkuri diantaranya : Iritasi kulit, radang saluran napas, radang mata, emboli paru, gangguan sistem saraf, kematian janin.
Kadmium:
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresfko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Efek toksisitas kadmium meliputi : saluran napas (pneumonia, tumor paru), ginjal (asam amniouria dan glukosuria, ketidaknormalan kandungan asam urat, kalsium dan fosfor dalam urin), tulang (tulang rapuh), sistem reproduksi (membunuh sel sperma).
Kromium:
Dalam bentuk makanan, kromium diserap 10-25%. Kromium digunakan dalam pembuatan baja, batu bata dalam tungku, pewarna, pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam dan krom, penyamakan kulit, dan kayu. Efek racun akan timbul jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, lambung, dan usus. Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru. Mengkomsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, bisul, kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian.
Arsenik:
Arsenik di air ditemukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. Senyawa arsen dengan oksigen, klorin atau belerang sebagai arsen inorganik, sedangkan senyawa dengan karbon dan hydrogen sebagai arsenorganik.
Arsenik inorganik lebih beracun dari pada arsen organik. Arsen masuk ke dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan dan minuman. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah. Arsenik inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare. Selain itu, mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal.
Antimoni:
Antimoni banyak digunakan dalam industri kosmetik dan sebagai campuran logam. Efek toksisitas antimony diantaranya : Iritasi pada saluran napas, Iritasi kulit, kerusakan hati dan jantung.
Thallium:
Thallium sering digunakan untuk membunuh tikus di beberapa industri, khususnya industri kaca. Selain itu juga digunakan sebagai obat perontok rambut. Efek toksisitas thallium diantaranya merusak hati dan ginjal, iritasi kulit dan kerontokan rambut.
Aluminium:
Aluminum will continue to accumulate in the human body, causing disease of the nervous system, interfering human thought, consciousness and memory function, severe cases may dementia. Excessive intake of aluminum, but also lead to deposition of calcium in bone loss and inhibit bone formation, the occurrence of osteomalacia.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.