(Koenzim) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Nicotinamide2.074 - 3.3093.035
Biotin1.833 - 2.9791.455
Asam Pantotenat1.116 - 2.1011.116
Asam Folat1.449 - 2.2462.076
Koenzim Q100.831 - 1.5880.856
Glutathione0.726 - 1.2810.589
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Nicotinamide:2.074-3.309(-)1.348-2.074(+)
 0.626-1.348(++)<0.626(+++)
Biotin:1.833-2.979(-)1.097-1.833(+)
 0.373-1.097(++)<0.373(+++)
Asam Pantotenat:1.116-2.101(-)0.809-1.116(+)
 0.432-0.809(++)<0.432(+++)
Asam Folat:1.449-2.246(-)1.325-1.449(+)
 1.243-1.325(++)<1.243(+++)
Koenzim Q10:0.831-1.588(-)0.627-0.831(+)
 0.418-0.627(++)<0.418(+++)
Glutathione:0.726-1.281(-)0.476-0.726(+)
 0.171-0.476(++)<0.171(+++)
Parameter Deskripsi
Nicotinamide:
Merupakan bentuk aktif dari niacin (vitamin B3), tetapi memiliki efek farmakologi dan efek toksik yang berbeda dengan Niacin. Nicotinamide termasuk dalam coenzym karena terlibat dalam proses enzim, termasuk metabolisme asam lemak (fatty Acid), pernafasan jaringan (tissue respiration) dan pembuangan racun, esensial untuk fungsi otak, membantu menyeimbangkan kandungan gula darah dan menurunkan tingkat kolesterol. Disamping itu juga berperan dalam mengatasi jerawat, gangguan cemas, penyakit alzheimer, dan sebagai salah satu agen anti kanker.
Sumber : tomat, kacang tanah, alpukat.
Biotin:
Disebut juga vitamin H atau Co-enzym R (CoR). Bekerja bersama enzim carboxylase, yang berperan dalam sintesa asam lemak, sintesa asam amino isoleucine dan valine, sintesa vitamin C, serta terlibat dalam glukoneogenesis.
Defisiensi biotin sangat jarang dijumpai. Gejalanya meliputi : kebotakan (alopecia), dermatitis, konjungtivitis, gejala neurologis (depresi, letargi, halusiasi). Biotin banyak terdapat pada sayuran hijau, kacang-kacangan, biji gandum, daging (ayam, domba), aneka roti, sari ragi, kuning telur, pisang, semangka, anggur, kembang kol, wortel, ikan salmon.
Asam Pantotenat:
Disebut juga vitamin B5 atau Co-enzym A (CoA). Asam pantotenat terlibat langsung dalam proses asetilasi dan pelepasan energi dari molekul makronutrien, memegang peranan kunci dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, berperan dalam sintesis senyawa spingolipida, fosfolipid, sterol, hormon pertumbuhan, sel saraf, dan antibodi.
Pada kondisi ringan, defisiensi asam pantotenat dapat menyebabkan sakit kepala, insomnia, dan gangguan pencemaan. Biasanya, defisiensi ini dialami oleh para pecandu alkohol dan manula.
Hal ini disebabkan oleh menurunnya daya cerna makanan sehingga banyak nutrisi yang tidak diserap tubuh dan segera hilang. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin ini adalah ragi, kuning telur, brokoli, hati, daging ayam, ikan, susu, kacang-kacangan, alpukat, dan ubi.
Asam Folat:
Disebut juga vitamin B9, asam folat penting pada periode pembelahan dan pertumbuhan sel, produksi sel darah merah, mencegah bayi lahir prematur atau cacat, mengurangi risiko melahirkan anak dengan gangguan pertumbuhan termasuk autisme dan sindroma asperger, merangsang lahirnya anak kembar.
Manfaat asam folat yang lainnya yaitu mencerahkan kulit, menjaga kesehatan mata, mencegah kerusakan syaraf, meningkatkan kadar testosteron, mencegah penyumbatan arteri, meningkatkan mood bahagia, sampai mencegah alzheimer. Sumber asam folat diantaranya adalah: bayam, kangkung, brokoli, kentang, daun bawang, pisang, jeruk, tomat, kacang-kacangan, telur, hati, serelia, roti.
Asam folat adalah vitamin yang sangat sensitif terhadap cahaya, oksigen dan suhu tinggi. Untuk itu disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam Folat dalam kondisi mentah seperti salad, dan jika butuh dimasak, jangan memasak terlalu lama untuk mencegah berkurangnya kandungan asam folat.
Koenzim Q10:
Coenzyme Q10 sejenis substansi seperti vitamin yang terdapat di semua bagian tubuh yang merupakan anti oksidan yang lebih kuat dan biasa disebut ubiquinone mirip dengan vitamin E, ada 10 substansi umum yang membangun CoQ10, tapi hanya satu CoQ10 yang ditemukan di tubuh manusia yang secara kritikal mengatur produksi tenaga didalam setiap sel tubuh. Dalam sirkulasinya CoQ10 berperan membantu kekebalan tubuh, meningkatkan serat oxygeneration dan sebagai anti aging yang vital.
Kekurangan CoQ10 berhubungan dengan penyakit diabetes, degenerasi serat otot tubuh. Konsentrasi CoQ10 terdapat di jantung, liver, ginjal, pankreas.
CoQ10 sangat membantu untuk penderita alergi, asma, atau penyakit yang berhubungan dengan pernafasan, juga penting untuk melawan obesitas, diabetes, mencegah kardiovaskuler.
Untuk mengurangi efek kemoterapi pada pasien penderita kanker, disarankan mengkonsumsi 100 mg CoQ10 untuk yang berusia diatas 50 tahun dan CoQ10 yang terbaik berbentuk minyak cair.
Sumber-sumber CoQ10 antara lain, ikan salmon dan ikan sardine, juga terdapat di dalam daging, kacang-kacangan dan bayam.
Glutathione:
Glutathione adalah tripeptida (tiga protein dalam satu molekul) yaitu sistein, asam glutamic, dan glycin. Glutathione secara alami terdapat dan diproduksi dalam tubuh. Tetapi, seiring makin bertambahnya usia, makin berkuranglah kadar glutathione yang menyebabkan kesehatan optimal tidak tercapai, secara fisik, psikis, dan sosial. Glutathione berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, regenerasi sel, bersifat antioksidan dan anti toksin, kadar glutathione dalam tubuh merupakan biomarker (indikator) untuk membedakan individu sehat dengan yang individu penyakitan.
Tingkat glutathione dalam tubuh dapat menurun karena flu atau luka, sering terpapar racun, dan sedang mengidap penyakit kronis. Disebut master antioksidan karena telah diakui para ahli medis internasional bahwa belum ada antioksidan lain yang mampu menyamai kekuatannya.
Sumber utama glutathione adalah asparagus, brokoli, alpukat, bayam, kembang kol, kubis, taoge, telur, daging segar, bawang putih, dan kunyit.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.