(Kegemukan) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 40
Figur: 175cm ,70kgTanggal Ujian: 16/03/2017 09:20

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Koefisien Ketidakseimbangan Metabolisme lemak1.992 - 3.7133.194
Koefisien Ketidakseimbangan jaringan adipose coklat2.791 - 4.2023.683
Koefisien Hyperinsulinemia0.097 - 0.2150.206
Koefisien Ketidakseimbangan Nukleus di Hipotalamus0.332 - 0.6260.622
Koefisien Ketidakseimbangan Kandungan Trigliserida1.341 - 1.9911.72
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Koefisien Ketidakseimbangan Metabolisme lemak:1.992-3.713(-)1.113-1.992(+)
 0.782-1.113(++)<0.782(+++)
Koefisien Ketidakseimbangan jaringan adipose coklat:2.791-4.202(-)2.202-2.791(+)
 1.691-2.020(++)<1.691(+++)
Koefisien Hyperinsulinemia:0.097-0.215(-)0.215-0.426(+)
 0.426-0.519(++)>0.519(+++)
Koefisien Ketidakseimbangan Nukleus di Hipotalamus:0.332-0.626(-)0.626-0.832(+)
 0.832-0.958(++)>0.926(+++)
Koefisien Ketidakseimbangan Kandungan Trigliserida:1.341-1.991(-)1.991-3.568(+)
 3.568-5.621(++)>5.621(+++)
Parameter Deskripsi
Koefisien Ketidakseimbangan Metabolisme lemak:
Ketidakseimbangan metabolisme lemak merupakan faktor bawaan untuk mengeluarkan substansi lemak yang tidak normal dan produk metabolitnya ke dalam darah, jaringan lain dan organ. Metabolisme lemak berperan dalam pengaturan fungsi genetika, saraf, cairan tubuh, hormon, enzim, jaringan hati dan organ yang dapat menjadi penyebab ketika pada faktor-faktor tersebut terjadi ketidakseimbangan metabolisme lemak dan perubahan patofisiologi organ. Gejala spesifik meliputi : hiperlipoprotenemia, lemak jahat, kegemukan, lemak hati,dll
Koefisien Ketidakseimbangan jaringan adipose coklat:
Sel adipose merupakan istilah anatomi jaringan ikat yang terdiri dari sel-sel adipose. Jaringan adipose ini berbeda dengan lainnya dan mempunyai karakteristik dalam pembentukan energi dan penyimpanan sel lemak. Sel adipose sangat kaya dengan pembuluh darah dan persyarafan (Neurovaskular) sehingga menjadi sangat penting bagi tubuh dalam memelihara kebutuhan keseimbangan energi, penyimpanan energi dalam bentuk lipid (lemak), mobilisasi cadangan energi dalam merespon rangsangan hormonal serta perubahan signal sekresi. Cadangan energi utama disimpan dalam bentuk trigliserida. Jaringan adipose tersebut selain terletak dibawah kulit juga dapat ditemukan di sekeliling organ. Sel adipose di bawah kulit berperan sebagai alat untuk menjaga suhu udara panas atau dingin. Sedangkan yang berada di sekitar organ berfungsi sebagai jaringan pelindung bagi organ sekitarnya. Jaringan Adiposa terdiri dari 2 tipe yaitu sel adipose coklat (Brown Adiposa Tissue = BAT), dan White adipose Tissue (White adipose Tissue = WAT). Sel adipose yang multilokuler pada sel WAT mengandung beberapa mitokondria yang besar, tempat terjadinya metabolisme sehingga adanya gangguan ketidakseimbangan jaringan adipose coklat ini dapat menyebabkan gangguan metabolism yang dapat menyebabkan obesitas (kegemukan)
Koefisien Hyperinsulinemia:
Resistensi insulin adalah gangguan respon biologis terhadap insulin dengan akibat kebutuhan insulin tubuh meningkat sehingga terjadi hiperinsulinemia untuk mempertahankan kadar glukosa plasma agar tetap dalam batas normal. Resistensi insulin sangat berkaitan dengan obesitas, khususnya dengan penimbunan jaringan lemak abdominal (lemak perut) atau obesitas sentral.
Koefisien Ketidakseimbangan Nukleus di Hipotalamus:
Hipotalamus adalah bagian otak yang berisi sejumlah nucleus kecil dengan berbagai fungsi. Salah satu fungsi yang paling penting dari hipotalamus adalah untuk meghubungkan sistem saraf dengan sistem endokrin melalui kelenjar pituitary (hipofisis). Hipotalamus mengontrol suhu tubuh, lapar, haus, kelelahan dan siklus sirkadian.
Dalam fungsinya hipotalamus bertanggungjawab untuk mengendalikan rasa lapar dan nafsu makan. Selain rasa lapar, hipotalamus juga bertanggung jawab untuk perasaan kepuasan yang dirasakan seseorang setelah makan. Ini memakan waktu sekitar 20 menit untuk hipotalamus untuk mengirim sinyal dari perasaan penuh, bahkan setelah sudah cukup makan. Dengan demikian, orang-orang yang ingin berhenti makan berlebih harus mengatur ulang kerja hipotalamus dan mengontrolnya dengan makan secara perlahan. Orang yang tertarik menurunkan berat badan dengan mengatur ulang kelenjar hipotalamus dengan makan secara perlahan. Mengatur ulang kerja hipotalamus juga membantu mencegah tubuh menyimpan cadangan lemak, sehingga menghasilkan penurunan berat badan
Koefisien Ketidakseimbangan Kandungan Trigliserida:
Konsumsi harian kalori dan konsumsi energy yang diperlukan dibagi untuk hati dan glikogen otot dalam bentuk penyimpanan, hampir sepenuhnya dikonversi menjadi lemak dan disimpan di stok lemak tubuh, terutama trigliserida, karena cadangan glikogen yang terbatas. Oleh karena itu, lemak sebagai bentuk penyimpanan utama panas tubuh. Seperti asupan yang berlebihan berulang lemak netral dan karbohidrat, sintesis lemak dipercepat sebagai penyebab eksternal dari obesitas.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.