(Organ Reproduksi Wanita)
Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Wanita)Jenis Kelamin: WanitaUmur: 31
Figur: 165cm ,62kgTanggal Ujian: 16/10/2013 13:10

Column
Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Hormon Wanita3.296 - 8.8405.485
Hormon Gonadotropin4.886 - 8.9313.907
Hormon Prolaktin3.142 - 7.8495.222
Hormon Progesteron6.818 - 16.7439.39
Tingkat Peradangan Vagina2.204 - 2.8193.204
Penyakit Radang Panggul1.348 - 3.5291.924
Radang Selaput Penggantung Rahim2.301 - 4.7823.382
Tingkat Peradangan Leher Rahim2.845 - 4.0174.528
Kista Ovarium2.012 - 4.8924.556
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Hormon Wanita:3.296-8.840(-)1.163-3.296(+)
 0.213-1.163(++)<0.213(+++)
Hormon Gonadotropin:4.886-8.931(-)3.631-4.886(+)
 1.843-3.631(++)<1.843(+++)
Hormon Prolaktin:3.142-7.849(-)1.167-3.142(+)
 0.274-1.167(++)<0.274(+++)
Hormon Progesteron:6.818-16.743(-)4.109-6.818(+)
 0.947-4.109(++)<0.947(+++)
Tingkat Peradangan Vagina:2.204-2.819(-)2.819-3.421(+)
 3.421-3.948(++)>3.948(+++)
Penyakit Radang Panggul:1.348-3.529(-)3.529-5.755(+)
 5.755-7.948(++)>7.948(+++)
Radang Selaput Penggantung Rahim:2.301-4.782(-)4.782-7.213(+)
 7.213-9.413(++)>9.413(+++)
Tingkat Peradangan Leher Rahim:2.845-4.017(-)4.017-5.327(+)
 5.327-6.548(++)>6.548(+++)
Kista Ovarium:2.012-4.892(-)4.892-7.033(+)
 7.033-9.437(++)>9.437(+++)
Parameter Deskripsi
Hormon Wanita:
Hormon-hormon wanita terutama dihasilkan oleh folikel dan corpus luteum di ovarium. Perannya adalah merangsang perkembangan organ reproduksi wanita, merangsang munculnya tanda kelamin sekunder, mempengaruhi metabolisme tubuh.
Hormon Gonadotropin:
Peran gonadotropin terutama untuk memacu pematangan organ reproduksi, seperti ovarium. Gonadotropin dibagi menjadi hormon luteinizing (LH) dan folicle-stimulating hormone (FSH).
Sebelum pubertas, kadar hormon ini sangat rendah. Ketika pubertas dimulai, konsentrasinya meningkat sehingga terjadi pematangan organ seksual. Peran FSH yang utama adalah memacu ovarium untuk memproduksi sel telur, dan peran LH adalah memacu proses ovulasi serta menghasilkan estrogen dan progesteron.
Hormon Prolaktin:
Fungsi Hormon ini adalah berperan dalam pembesaran alveoli saat kehamilan, mempengaruhi inisiasi kelenjar susu dan mempertahankan laktasi, menstimulasi sel didalam aiveoli untuk memproduksi ASI, serta mengatur metabolisme pada ibu sehingga kebutuhan zat oleh tubuh ibu dapat dikurangi dan dialirkan ke janin. Efek lain dari adanya prolaktin adalah mempengaruhi fungsi ovulasi. Bila kadar prolaktin tinggi akan menyebabkan reaksi umpan balik negatif yang membatasi produksi dua hormon yang punya peran penting dalam proses ovulasi yakni hormon GnRH dan FSH. Kedua hormon ini yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sel telur dalam ovarium. Bila kadar prolaktin dalam tubuh tinggi, ovulasi tidak akan terjadi dan menyebabkan susah hamil. Prolaktin yang tinggi juga dapat memicu timbulnya osteoporosis karena menyebabkan kadar estrogen dan progesteron menjadi rendah sehingga terjadi osteoporosis.
Hormon Progesteron:
Progesteron adalah hormon steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilan, dan embriogenesis. Progesteron tergolong kelompok hormon progestogen dan merupakan hormon progestogen yang banyak terdapat secara alami. Pada manusia dan beberapa binatang, progesteron diproduksi di ovarium (khususnya setelah ovulasi di corpus luteum), pada otak, selama kehamilan, dan pada plasenta.
Progesteron memiliki efek fisioiogis sebagai berikut : menyiapkan uterus (rahim) untuk kehamilan , menurunkan pergerakan otot halus uterus (rahim), menghambat laktasi selama kehamilan, penurunan kadar progesteron selama masa kehamilan mungkin menjadi awal mula proses kelahiran bayi, meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat, menurunkan kerja empedu dan kandung kemih, memiliki efek antiinflamasi dan mengatur respon kekebalan tubuh, menormalkan pembekuan darah, mempengaruhi kesehatan gusi, meningkatkan risiko gingivitis dan kerusakan gigi, mencegah kanker endometrium dengan cara mengatur efek estrogen.
Tingkat Peradangan Vagina:
Vaginitis adalah jenis peradangan pada mukosa dan jaringan ikat submukosa vagina. Vagina wanita sehat normal memiliki fungsi pertahanan alami ketika patogen mengganggu, sebagai akibat dari karakteristik anatomi dan biokimia dari vagina. Penyebabnya bisa berupa infeksi (bakteri, virus, jamur, protozoa), zat atau benda yang bersifat iritatif (spermisida, sabun, pelembut pakaian, deodoran, zat di dalam air mandi, pakaian dalam terlalu ketat dan tidak berpori, pembilas vagina), tumor atau jaringan abnormal lainnya, terapi penyinaran, obat-obatan, perubahan hormonal.
Penyakit Radang Panggul:
Penyakit radang panggul, juga dikenai sebagai PID, adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan infeksi bakteri pada saluran genital wanita bagian atas, seperti rahim, tuba fallopi dan ovarium. Pada sebagian besar kasus, PID disebabkan oleh infeksi pada vagina atau serviks yang menyebar sampai ke rahim. Sumber infeksi bakteri biasanya berasal dari pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim atau melalui penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore. PID terjadi pada wanita yang aktif secara seksual, biasanya pada usia muda antara 15 sampai 24 tahun. Orang yang menderita PID ringan biasanya tidak merasakan gejala apapun. Namun pada beberapa kasus, mereka dapat mengalami gejala nyeri pada punggung bagian bawah, cairan vagina yang banyak dengan bau yang tidak sedap, periode menstruasi yang tidak teratur, demam, dan kelelahan. Kerusakan yang berat pada organ reproduksi wanita dapat menyebabkan komplikasi, seperti infertilitas dan kehamilan ektopik.
Radang Selaput Penggantung Rahim:
Merupakan bagian dari PID, disebut juga adnexitis yakni radang selaput penggantung rahim (terdiri dari tuba fallopii, ovarium, dan ligamen-ligamen yang berada di sekitarnya). Ditandai dengan rasa nyeri didaerah kandungan atau perut bagian bawah, terutama saat terjadi haid, keluarnya keputihan yang sangat keruh dari lubang vagina dan rasa nyeri saat berhubungan intim atau bersenggama. Pada kondisi yang sudah parah mungkin akan disertai dengan panas badan (febris), menggigil kedinginan bahkan sampai muntah-muntah hebat. Adnexitis sendiri juga mengakibatkan terlambatnya menstruasi.
Tingkat Peradangan Leher Rahim:
Servisitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada serviks akibat infeksi, seperti infeksi bakteri dan penyakit menular seksual atau karena cedera pada serviks akibat benda asing, seperti tampon dan diafragma serviks, yang dimasukan ke dalam vagina. Ketika serviks meradang, serviks membengkak dan dapat menimbulkan gejala, seperti keinginan berkemih yang sering,nyeri saat berkemih, nyeri sewaktu berhubungan seksual, perdarahan vagina yang abnormal, dan keputihan. Namun, pada kebanyakan kasus, wanita yang menderita servisitis tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Keadaan ini umumnya ditemukan pada wanita yang sudah terlibat dalam aktifitas seksual, terutama pada hubungan seks yang beresiko tinggi atau yang tidak aman, pada usia yang sangat muda atau pada wanita yang sering bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Tidak diperlukan perawatan untuk servisitis yang tidak disebabkan oleh penyakit menular seksual, pada kasus-kasus yang disebabkan oleh penyakit menular seksual, antibiotik diberikan untuk infeksi bakteri dan antivirus diberikan untuk infeksi virus, untungnya, servisitis bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa tetapi dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan infertilitas.
Kista Ovarium:
Kista ovarium adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya cairan yang mengisi kantung didalam atau tepat pada permukaan salah satu atau kedua ovarium. Gejalanya perut bagian bawah terasa sakit, keputihan berwarna kuning keputihan dan bau yang tidak biasa, menstruasi tidak normal, nyeri setelah berhubungan seksual, perdarahan pervaginam.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.