magnetotactic bacteria

Jika mendegar kata ‘bakteri’ kebanyakan orang seringkali mengaitkannya atau menganggapnya sebagai kuman dan pembawa penyakit. Apa sesungguhnya bakteri itu? Pengertian bakteri dari segi ilmu biologi adalah organisme bersel tunggal yang tergolong sebagai mikroorganisme prokariotik (kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel). Bakteri memiliki ukuran beberapa mikrometer saja sehingga hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.Untuk menghindari atau mencegah secara dini agar bakteri yang menyerang organ penting manusia menyebabkan penyakit yang parah anda bisa menggunkan alat cek kesehatan Quantum Resonance Magnetic Analyzer atau QRMA Bahasa Indonesia agar anda dapat sesegera mungkin melakukan tindakan jika ada organ dalam tubuh anda mengalami penurunan fungsi.

Bentuk sel bakteri bervariasi dari bentuk batang, bulat, berantai, hingga spiral. Bakteri merupakan salah satu organisme yang paling melimpah di Bumi karena mampu hidup di mana saja, mulai dari habitat tanah, perairan tawar dan asin, bahkan di tempat-tempat yang ekstrem seperti sumber air panas, kawah gunung berapi, hingga laut dalam.

Berdasarkan kebutuhan akan oksigen, maka bakteri dapat dibagi menjadi dua jenis, aerobik dan anaerobik. Bakteri aerobik adalah kelompok bakteri yang membutuhkan oksigen untuk proses respirasi sel-nya sedangkan jenis bakteri anaerobik tidak dapat hidup jika ada oksigen. Jenis-jenis bakteri anaerobik biasanya sering ditemukan pada habitat-habitat dengan kadar oksigen rendah seperti dasar laut atau danau yang dalam dan tanah berlumpur. Beberapa jenis bakteri anaerobik yang hidup di perairan dapat bergerak menuju perairan yang lebih dalam untuk menjauhi oksigen dengan memanfaatkan medan magnet bumi. Jenis bakteri tersebut dikenal dengan sebutan magnetotatic bacteria (MTB) atau bakteri magnetotaksis.

Bagaimana MTB dapat mengenali medan magnet bumi? MTB memiliki struktur yang disebut sebagai magnetosom, yaitu organel magnetik yang terdapat dalam selnya. Bentuk dan komposisi magnetosom berbeda-beda antar spesies bakteri. Pembentukan magnetosom diatur secara molekuler oleh sel MTB. Para ahli telah melakukan beberapa analisis genetik untuk mengungkap misteri bagaimana magnetosom dapat disintesis oleh sel bakteri.

Beberapa ilmuwan dari Jepang telah melakukan penelitian genetis pada spesies MTB, Desulvofibrio magneticus, dimana bakteri tersebut dikenal dengan bentuk magnetosom seperti peluru yang unik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa seluruh spesies-spesies dari kelompok MTB setidaknya memiliki tiga kelompok gen terpisah yang mengatur pembentukan magnetosom dalam sel. Salah satu gen tersebut adalah MagA yang berfungsi untuk transport besi dalam pembentukan magnetosom.

Bagaimana cara kerja magnetosom? MTB menggunakan magnetosom layaknya jarum besi pada kompas magnet. Pada belahan bumi utara, medan magnet bumi arah utara akan membuat magnetosom mendeteksi pusat medan magnet sehingga MTB akan bergerak ke arah pusat bumi. Dengan cara demikian MTB, yang kebanyakan merupakan bakteri anaerobik akan bergerak menuju perairan yang lebih dalam, menjauhi oksigen. Begitu pula dengan MTB pada belahan bumi selatan. Pada MTB yang hidup di daerah ekuator, medan magnet bumi utara dan selatan besarnya sama kuat, sehingga terdapat kecenderungan untuk bergerak sesuai keinginan sel tersebut untuk mencari pusat magnet utara atau selatan.